Parma saat ini memiliki owner terkini. Klub berjuluk Gialloblu ini terkini saja dibeli oleh taipan asal Amerika Sindikat, Kyle Krause.

Melalui perusahaannya, Krause Group, Krause dengan cara sah diumumkan bagaikan pemegang saham kebanyakan di Parma pada Jumat( 18 atau 9) kemarin. Beliau mengakuisisi 90 persen saham, yang bagi informasi Forbes nilainya menggapai lebih dari 100 juta Dolar AS.

Tidak hanya itu, Kraus pula mengakuisisi 99 persen saham dari Progetto Stadio Parma, industri yang bertanggung jawab dalam penyempuraan stadion mereka, Ennio Tardini.

” Hari ini ialah mimpi yang jadi jelas. Dapat kasih#Parma telah menyongsong aku, dapat kasih telah telah menyambut aku. Jadi kepala negara kamu merupakan suatu hak istimewa dalam hidup.#ForzaParma,” cuit Krause di account Twitter- nya.

Krause, 57 tahun, mempunyai bidang usaha di beraneka ragam lini, mulai dari convenience store, industri anggur, perhotelan, real estate, sampai zona pertanian serta berolahraga. Adanya laki- laki asal Iowa ini pasti menimbulkan optimisme pertanyaan kebangkitan Parma bagaikan regu kokoh semacam di rentang waktu 1990- an.

Dikala itu, keberhasilan Parma dibuktikan dengan raihan beberapa beker, di antara lain 2 Piala UEFA, satu Piala Winners, serta satu Piala Luar biasa Eropa.

Masuknya Krause pula dibarengi dengan wawasan pertanyaan manajemen sepakbola. Beliau ialah owner Des Moines Menace, klub sepakbola di Iowa yang main di USL League Two. Walaupun sedemikian itu, beliau mengetahui kalau Parma nyata tidak dapat dibanding dengan timnya yang main di bagian dasar sepakbola AS.

Oleh karena itu, beliau mau membuat Parma dengan cara lama- lama. Penyempuraan stadion ialah salah satu bentuk keseriusannya.

” Parma mempunyai julukan yang telah diketahui bumi semenjak keberhasilan mereka di tahun 1990- an. Terdapat peluang yang menanti,” tuturnya, diambil Forbes.

Masuknya Krause membuat Parma jadi klub keempat di Serie A yang saat ini dipunyai oleh orang AS. Tadinya, telah terdapat AC Milan( Elliott Management Corporation), Fiorentina( Rocco Commisso), serta AS Bulu halus( The Friedkin Group).

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *